Sejarah Padepokan

Sejarah Padepokan Pencak Silat “ Siteki Teratai “
Awal berkibar pada tahun 1990.
Dimulai sejarah dimulai dari

Di desa Procot ,kota Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah , lahirlah seorang bumi putra bangsa Indonesia yang bernama Mas Susanto Eko Sulastiyo yang dilahirkan pada tanggal 5 bulan 5 tahun 1970 dari pasangan Bapak Sutanto Ardi Saputro BA dan Sulastri.

Alumni Universitas Sarjana Wiyata TamanSiswa. Bergelar Ki Susanto Eko Sulastiyo Spd dan mempunyai pendamping hidup Nyi Yudi Heriana Tantri Mpd mempunyai 2 orang putri bernama Dhyani Padma Tantri dan Denya Pradhesta Narakundi.

Mewarisi jiwa sang buyutnya R. Merta Sentika mantan seorang prajurit infantri dijaman VOC  yang berdinas di benteng aceh dan kakeknya yang seorang marinir angkatan 1 di kesatuan TNI AL yang juga suka dengan olah kanuragan dan olah batin.

Sang buyut juga cucu tidak mau ketinggalan atas budaya turunan buyut dan kakeknya. Mulai kelas 4 sd Mas Eko suka sekali mencari ilmu kanuragan khususnya yang bertalian dengan pencak silat. Karena dilingkungan hidupnya di desa Procot, Slawi tidak ada kelompok seni beladiri sebanyak seperti sekarang ini maka pencarian pertama berawal dari ilmu bela diri pencak jawa yang dikenal dengan nama pencak kuntulan.

Seni silat kuntulan adalah seni pencak tradisional yang berkembang dengan sejaman perkembangan agama Islam didaerah Tegal khususnya. Kesenian ini merupakan seni khas budaya pesisiran berupa beladiri pencak silat yang dimainkan oleh lebih dari satu orang yang diiringi dengan musik tetabuhan pukul bedug kecil dan gendang kencer atau terbang kencer.

Kuntulan bukan hanya memainkan jurus – jurus silat saja tetapi juga digabungkan dengan unsur tenaga dalam.

Kata kuntulan berasal dari kuntul yaitu nama dari burung laut yang berbulu putih seperti burung bangau tapi berekor pendek dan larinya sangat cepat.

Pencapaian keilmuan dari Mas eko menimba dari satu padepokan ke padepokan lainnya sampai ke pelajaran ilmu beladiri kungfu dll.

Sejarah bergulir

Mas Susanto Eko Sulastiyo Spd seharian ada di rumah kontrakan karena pada saat itu mas eko masih berstatus sebagai seorang mahasiswa Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa Yogyakarta.

Pada suatu malam Mas eko pergi berkunjung ke pendopo TamanSiswa dan banyak merenung dan perenungan disana.

Setelah Mas Eko pulang, selagi mau tidur, tepat pada jam 01.00 malam, sekonyong-konyong pikiran  Mas Eko tergerak dengan sendirinya, untuk mencipta sebuah organisasi yang jelas dan teratur atas yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pemikiran tersebut dari jam 01.00 malam hingga jam 05.00 pagi. Begitulah timbul rasa yang amat sangat agar keilmuan yang telah didapat harus diupayakan menjadi sebuah organisasi yang rapi tidak sekedar kumpul-kumpul dan latihan silat tanpa tujuan. Maka lahirlah sebuah wacana dan wawasan baru untuk merealisasikan petunjuk itu.

Lahirlah sesuatu yang baru, nama baru, bentuk baru dan keilmuan baru.

Padepokan ini bernama Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” atau disingkat PST.

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” bersifat menjalin kesatuan juga persatuan antara sesama manusia.

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” menerima dan mempertahankan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai azas tunggal. Yang kesemuannya menunjang tujuan dan haluan Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai”.

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” berazaskan Pancasila

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” berdasarkan “Panca Dharma” kekeluargaan. Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” tidak mengikat dan juga tidak terikat kepada salah satu golongan politik dan agama manapun.

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” bertujuan :

Mewujudkan perdamaian dan kerukunan antar perguruan, persaudaraan , perkumpulan dan golongan dengan baik dan aman atas persamaan hak dalam susunan Persatuan Beladiri Indonesia pada umumnya dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada khususnya.

Mengamalkan dan mengamankan serta mengawal Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

Membina dan mengembangkan Pencak Silat dalam  segala aspeknya baik seni, budaya, bela diri, mental spiritual maupun aspek olah raga dalam mewujudkan manusia Indonesia yang berkwalitas, berbudi luhur dan Pancasilais.

Untuk mencapai tujuan Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” berusaha     untuk   :

menanamkan rasa percaya diri, berbangsa satu, berbahasa satu,dan kecintaannya akan tali persaudaraan dan tanah air

Menyelenggarakan hubungan dan kerjasama dengan Perguruan, persaudaraan, Perkumpulan, dan Golongan lain yang bersifat demi persatuan dan kesatuan didalam wadah Ikatan Pencak Silat Indonesia  (IPSI).

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” merupakan seni beladiri dari pengejawantahan wiraga, wirama, dan wirasa sebagai komunikatornya.

Persaudaraan Pencak Silat “Siteki Teratai” didirikan pada pada tanggal 5 Mei 1990 oleh Sen Susanto Eko Sulastiyo Spd di Yogyakarta  kemudian pada tahun 1993 dipindah ke Kabupaten Tegal Jawa Tengah karena para murid banyak yang bertempat tinggal di Tegal. selanjutnya pada tahun 1999 dipindah ke Kebumen – Jawa Tengah dan ditetapkanlah Kota Kebumen sebagai PUSDIKLAT Padepokan. Selanjutnya kota Kebumen menjadi kota kehidupan Padepokan Siteki Teratai setelah kota Tegal maka dari itu ada 3 kota sejarah yang mengikat Padepokan Siteki Teratai. Yaitu Kota Slawi, Kota Kebumen dan Kota Sedayu Bantul dan pada tahun 2004 PUSKOLAT Dipindahtetapkan di Sedayu – Bantul – Yogyakarta hadiningrat. Kedudukan PUSDIKLAT Sekarang Di kota Yogyakarta. Ada 3 tempat sejarah yang mengikat  Padepokan Siteki Teratai.